Erick Thohir: Menjadi Menteri Sebuah Amanah yang Berat Untuk Dijalani


Lantaran dipanggil oleh Presiden Jokowi untuk datang ke Istana Negara, Jakarta. Mantan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir akhirnya mendatangi Istana Negara pada hari Senin (21/10/2019).

Dipanggil dirinya oleh Presiden belum diketahui secara pasti untuk mengisi salah satu menteri kabinet kerja periode 2019-2024 atau tidak.

Dirinya hanya mengatakan bahwa jika memang dirinya dipercaya dan sudah terdapat dalam MAP bursa calon Menteri kabinet kerja jilid II Jokowi maka dirinya harus bersedia.

"Ya kalau udah ada map nya? Saya yang pasti dari beliau rencana setelah beliau interview calon-calon menteri, tentu dari calon Menteri ya beliau pasti akan putuskan ya. Tentu pada hari ini dengan interview dengan visi beliau ya, tentu luar biasa enggak kalau memang dipercaya ya tentu harus bersedia," jelasnya.

Kendati demikian, ia mengakui bahwa menjadi Menteri bukan sebuah euforia melainkan sebuah amanah yang sangat berat untuk dijalankan. Terlebih Presiden Jokowi mengharuskan semua calon Menteri menandatangani fakta-fakta integritas.

"Nah ini saya rasa sesuatu yang mungkin tadi ini bukan sebuah jabatan yang mohon maaf ya wah, maaf ya jadi Menteri tetapi justru ini merupakan hal yang menurut saya berat," ungkapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan dirinya harus berhenti total dari jabatannya saat ini jika memang resmi menjadi Menteri. 


"Sudah pasti dengan jabatan harus berhenti total memang cukup berat buat saya secara pribadi. Ya mungkin ya itu rahasia Allah lah," tandasnya

Sumber: Akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Usut Century, Bamsoet Desak KPK

Dalang Dari Pengeboman Paskah Sri Lanka Tewas Saat Kejadian

Dilaporkan Tidak Ada Korban dan Kerusakan dari Penembakan Masjid di London