Wacana Gerindra, Nasrullah: Tindakan Melanggar Etika Politik



Adanya wacana Waketum Gerindra, Arief Poyuono mengusung mantan deputi Basarnas Mayjen Tatang Zaenudin dan mantan Kapolda Metro Jaka Komjen Pol Mochammad Iriawan menjadi Cawagub DKI pendamping Gubernur Anies Baswedan. Wacana tersebut dikatakan oleh Anggota DPRD DKI Fraksi PKS Nasrullah adalah tindakan yang melanggar etika politik.

Dinilai oleh Nasrullah pengguliran wacana tersebut ialah bentuk dari intervensi kepada PKS. Karena, sejaug ini dua nama yang diajukan PKS yakni Agung Yulianto dan Ahmad Syaikhu masih resmi sebagai kandidat Cawagub.

Selebih itu, kursi DKI sudah menjadi jatah PKS dan untuk dua nama calon dari PKS sudah ditindak lanjuti sampai pembentukan Panitia Khusus (Pansus) di DPRD DKI. Hal tersebut juga sudah disepakati sejak dari awal.

"PKS belum cabut dua orang itu dan itu sudah masuk ke pansus. Ini namanya internvensi," kata Nasrullah saat dikonfirmasi Kamis, (29/8/2010). 

Pengguliran wacana tersebut lanjut Nasrullah tanpa adanya komunikasi kepihaknya di PKS yang notabene sebagai partai pengusung.



Hal ini yang disebut Nasrullah sebagai pelanggaran etika. PKS kata dia jelas menolak mentah - mentah ide Arief. "Ya (menolak). Enggak bisa dong harus komunikasi dulu," ucapnya.

Adapun alasan Arief Poyuono mengusul dua nama pensiunan militer untuk menjadi Cawagub DKI dengan agar meningkatkan ketertiban dan keamanan di Jakarta.

Menurut Nasrullah hal ini tak bisa dibenarkan, pasalnya semua keputusan di lingkup Pemprov DKI berada di tangan Gubernur DKI. Wagub sifatnya hanya membantu saja.

"Menurut saya sih namanya wagub itu kan dia membackup semua kebijakan kan semuanya di Gebernur. Semuanya lari ke gubernur menganai keamanan ketertiban ke Gubernur," tukasnya.

Sebelumnya Arief mengusulkan pensiunan polisi atau TNI untuk mendampingi Anies.

Dia lalu memunculkan nama mantan Deputi Basarnas Mayjen Tatang Zaenudin dan mantan Kapolda Metro Jaya Komjen Mochammad Iriawan yang saat ini menjabat Sekjen Lemhanas.

Menurutnya kedua tokoh ini sangat cocok mendampingi Gubernur Anies Baswedan, selain bisa mencipatkan kondusifitas di Jakarta pengalaman keduanya dalam bidang birokrasi juga tak diragukan lagi.


"Kedua tokoh ini akan saya ajukan ke DPP Gerindra untuk bisa didorong sebagai calon wagub DKI Jakarta," kata Arief.



Sumber: akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Usut Century, Bamsoet Desak KPK

Dalang Dari Pengeboman Paskah Sri Lanka Tewas Saat Kejadian

Dilaporkan Tidak Ada Korban dan Kerusakan dari Penembakan Masjid di London