Ini Alasan Pembatasan dan Pemblokiran Akses Internet di Papua



Daerah Papua dan Papua Barat terkena pembatasan bandwidth dan pemblokiran akses internet seluler. Pembatasan dan pemblokiran tersebut menuai polemik. Pasalnya, tidakan tersebut dinilai lebih membatasi hak masyarakat jika dibandingkan dengan pembatasan akses media sosial yang dilakukan pada bulan Mei lalu.

Terlebih dahulu pemerintah sempat melakukan pembatasan akses fitur media sosial pada saat adanya aksi demonstrasi di Gedung Badan Pengawas Pemilu yang pada buntutnya berakhir ricuh pada tanggal 21 sampai 22 Mei lalu.

Kominfo pun menanggapi hal tersebut dengan megatakan bahwa pemblokiran internet seluler terpaksa untuk dilakukan karena pembatasan fitur media sosial tidak bisa dilakukan secara regional.

"Karena teknologinya, pembatasan fitur terhadap media soaial tidak bisa dilakukan secara regional," ujar Dirjen Aptika Kominfo, Semuel Abrijani Pangerepan, ketika ditemui wartawan usai bertemu Ombudsman RI, Rabu (28/8/2019), di Jakarta.

Senada dengan Semuel, anggota Ombudsman RI, Alvin Lie menerangkan bahwa teknologi yang ada saat ini juga belum mampu membatasi akses media sosial hanya terbatas secara regional, yakni di wilayah Papua dan Papua Barat.

"Misalnya suatu platform media sosial, kalau dibatasi hanya untuk Papua itu belum bisa, kalau dibatasi ya seluruh Indonesia terbatasi," terangnya.

Soal kondisi internet di tanah Papua saat ini, Semuel mengatakan masih ada sebaran konten yang berupaya memprovokasi atau mengadu domba masyarakat. Untuk itu, proses normalisasi belum bisa dilakukan dan menunggu keputusan dari para pemangku kebijakan lainnya.


"Sampai saat ini masih (blokir) makanya akan saya laporkan ke pimpinan dan akan mengevaluasi bagaimana kondisi di sana. Saya belum bisa mengambil keputusan sendiri," imbuhnya.


Sumber: akurat.co

Comments

Popular posts from this blog

Usut Century, Bamsoet Desak KPK

Dalang Dari Pengeboman Paskah Sri Lanka Tewas Saat Kejadian

Dilaporkan Tidak Ada Korban dan Kerusakan dari Penembakan Masjid di London